
Aku merasakan sesuatu di dalam hatiku
Tapi aku tak tahu apa ini
Seperti hampa
Ada yang terbang ke angkasa
Meninggalkanku
Membuat angan melayang
Tapi aku tak tahu rasa apa ini
Aku masih bertanya-tanya
Mencari jawaban dari sebuah kehampaan

Aku merasakan sesuatu di dalam hatiku
Tapi aku tak tahu apa ini
Seperti hampa
Ada yang terbang ke angkasa
Meninggalkanku
Membuat angan melayang
Tapi aku tak tahu rasa apa ini
Aku masih bertanya-tanya
Mencari jawaban dari sebuah kehampaan

Aku ingin segera mendapatkannya
Menjadikannya teman untuk hidupku
Yang menemani setiap saat
Di pagi, siang, dan malamku
~For My Bidadari~

Jalan ini memang tak selalu terang
Kadang kabut datang menghalangi mata kita
Menghalangi kita memandang jauh ke depan
Kita hanya bisa meraba untuk tetap berjalan di jalanNya
Mampukah kita menembusnya?
Sebuah pertanyaan yang hanya bisa kita jawab sendiri
Semoga kita tetap berada di jalanNya

Entah kenapa kali ini aq ingin bercerita tentang sandal. Cerita ini bukan sekedar cerita sandal biasa. Sandal…sudah banyak kali aq berganti-ganti sandal ~aq rasa kalian juga begitu kan?~. Aq ingin menceritakan pergantian sandalq sejak aq lulus SMK ~karena aq ga’ sekolah di SMA,he13x…~. Pertama, pada waktu mau hari raya kakakq membelikanq sandal baru dengan uang hasil kerjanya. Akhirnya aq punya sandal baru juga waktu itu karena memang biasanya aq hanya pakai sandal jepit biasa. Senang rasanya punya sandal yang dibelikan kakak tercinta. Namun…seiring berjalannya waktu, ketika aq dan keluarga kakekq dalam sebuah acara pelamaran istri untuk pak likq tepatnya dalam perjalanan pulang setelah acara itu…sesuatu terjadi padaq dan sandalq. Untuk pertama kalinya aq kecelakaan mengendarai sepeda motor, untungnya waktu kecelakaan itu tidak kendaraan yang berjalan berlawanan arah denganq karena kalau itu terjadi maka mungking aq tidak akan bisa menulis di blog ini lagi. Dalam kecelakaan itu terdapat dua korban. Yang pertama adalah Pak Likq yang kuboncengkan ~ini bukan Pak Likq yang mo nikah~. Beliau mendapat luka memar di tangannya ~untung tidak sampai masuk rumah sakit,bisa gawat kalau begitu~. Korban kedua adalah sandal baruq yang dibelikan oleh kakakq itu. Sandal itu putus karena aq berusaha menahan motor yang kukendarai agar tidak jatuh ~tapi ga’ kuat n akhirnya jatuh juga deh~. Itulah sebuah sandalq yang dibelikan oleh kakakq dengan kerja kerasnya tapi malah kuputuskan,he13x…
Cerita sandalq selanjutnya, setelah kejadian di atas aq kembali menggunakan sandal jepit biasa. Tapi hal itu untuk beberapa waktu karena aq harus kembali berangkat ke Jakarta dan aq butuh sandal baru. Bagaimana aq mendapat sandal baru lagi? Gampang sekai caranya,he13x…Karena lagi-lagi kakakq membelikan sandal untukq. Sandal dengan model lain ini akhirnya kugunakan untuk berangkat ke Jakarta dan beraktivitas sehari-hari. Lama sandal ini kupakai masih normal-normal saja. Aq lupa berapa lama tepatnya karena akhirnya setelah aq kembali pulang ke Wonosobo ~aq juga lupa kapan tepatnya~ sandal itu putus lagi jepitan jempolnya namun hanya yang sebelah kiri saja. Namun oleh kakakq sandal itu diakali dengan cara memotong jepitan jempol sandal yang sebelah kanan. Akhirnya sandal itu menjadi tidak dijepit dan lebih nyaman dipakai ternyata. Kembali aq berangkat ke Jakarta dengan sandal modif tersebut. Waktu terus berjalan sampai akhirnya sandal itu bagian bawahnya sudah tidak nempel lagi. Jadi aq pun harus berganti lagi memakai sandal jepit. Begitulah cerita sandalq yang satu ini.
Beberapa waktu kemudian aq pulang ke Wonosobo kembali dengan meninggalkan sandal modif tersebut dan menggunakan sandal jepit biasa. Di rumah, karena sandal jepit yang kugunakan pun rusak maka aq memakai sandal lain. Tahukah kalian sandal lain yang kupakai ini?Ya, sandal ini adalah sandal kakakq. Namun aq tidak semena-mena memakai sandal kakakq karena kakakq juga sudah punya sandal baru selama aq di Jakarta. Dan setelah aq kembali lagi berangkat ke Jakarta sampai sekarang aq masih memakai sandal tersebut. Aq ga’ tahu kapan sandal tersebut akan rusak lagi. Tapi aq berharap untuk waktu yang lama tentunya.
Begitulah cerita tentang sandal. Yang ingin aq sampaikan bukanlah sandalnya. Namun ada hal lain yang membuatq ingin menulis sandal,kakakq. Walaupun kakakq orangnya keras namun dia tetap sayang padaq,juga pada keluargaq. Walaupun mungkin kadang sikapnya terlalu keras dan orang salah megartikan ~begitu juga aq kadang~ tapi aq tahu hatinya selembut salju. Dia hanya mengungkapkan kasih sayangnya dengan cara yang lain. Karena aq pun tahu tiap orang berbeda dalam hal penyampaian kasih sayang. Terima kasih My Beloved Brother. Thanks for everything you’ve done for me. I Love You so much.
~For My Beloved Brother~

Aku hanya bisa terdiam saat mendengarnya tadi malam
Ada sesuatu dalam hati yang kurasakan
Entah sedih atau apa aku tak tahu
Hanya…harapan yang kemarin datang serasa akan menghilang
Ingin kuraih sekarang namun bukan saatnya
Karna memang tangan ini tak boleh menggapainya saat ini
Sungguh ada rasa takut kehilangan dalam hatiku
Harapanku yang selalu kurindu
Namun jika takdir tak memberikan untukku
Semoga kebahagiaan tetap bersamaku

Aku ingin menulis di atas kertas putih
Menggoreskan tinta kesedihanku
Kesedihan akan sesuatu yang telah kulalui
Untuk mengenangnya
Memberikan warna dalam hidupku
Warna hitam yang ingin kubuang
Jauh ke atas awan
Biarkan terbang terbawa angin
Kertas bersama tinta kesedihanku
~Agoezi in sad mode~

Apa itu?
Hanya sebuah bulu yang terjatuh
Namun, itu menunjukkan kebesaranNya
Dia telah menulis di dalam kitabNya
Dia tahu jika ada daun hitam yang jatuh di tengah rimba yang gelap gulita