Huf…dah beberapa hari pingin ngetik di blog tapi ga’ sempet coz banyak tugas. Kali ini aku pingin nulis tentang “Pria-pria Perkasa” yang mungkin sering kita pandang sebelah mata.
Sebenernya banyak banget “Pria-pria Perkasa” yang ada di sekitar kita tapi seringkali kita ga’ memandang mereka. Kita hanya melihatnya sekilas saja. Ya begitulah manusia –termasuk aku–,he13x… Nah, siapakah “Pria-pria Perkasa” yang aku maksudkan di sini? Mungkin ada yang tahu?he13x…
Mereka bukan orang-orang berjas, naik mobil, motor atau bahkan pesawar terbang. Mereka bukan tentara, polisi ataupun FBI,he13x… Mereka hanya memakai baju seadanya, pakai sandal jepit, ga’ bermake up, pokoknya seadanya lah. Gimana keliatan perkasa ? Eits…tunggu dulu, walaupun mereka serba seadanya tapi ada sesuatu dari diri mereka yang menyebabkan aku sebut perkasa. Emang siapa mereka ? Mereka adalah pria-pria yang bekerja tanpa mengenal lelah. Mereka adalah pria-pria penjual bakso, penjual rujak, penjual buah-buahan, penjual gorengan, penjual mainan, pemulung, sopir dan masih banyak lagi yang lainnya. Kadang kita hanya melihat mereka sebagai orang-orang yang kurang berpendidikan sehingga mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Tapi menurutku di satu sisi mereka adalah “Pria-pria Perkasa” yang berani menantang hidup dengan kemampuan mereka yang seadanya. Mereka bergelut dengan panasnya mentari, dinginnya hujan, memeras keringat setiap pagi sampai sore demi sesuap nasi. Begitu terus setiap hari. Tapi mereka tak mengenal lelah dan putus asa. Walaupun hasil yang mereka peroleh sedikit tapi mereka tetap bertahan. Bandingkan dengan kita yang lebih baik dari mereka seringkali lelah menghadapi hidup ini hingga ingin menyerah. Banyak orang-orang yang telah bekerja di tempat yang bagus dan hasilnya pun lebih dari cukup tapi mereka malah keluar dari pekerjaannya, entah alasannya ga’ betah, ga’ cocok ma atasan, kerjaannya berat, pokoknya macem-macem lah alasannya. Berbeda dengan mereka yang walaupun sedikit asal bisa mengisi perut hari ini mereka tetap tersenyum melakukan pekerjaan mereka. Sering aku beli buah-buahan yang dijual bapak penjual buah and rujak. Aku melihatnya selalu tersenyum, seperti tak mengenal lelah dan tak ingin menyerah. Begitu juga dengan “Pria-pria Perkasa” lainnya, aku lihat mereka kesana-kemari mendorong gerobak, memikul kantong, dan lainnya dengan wajah tak kenal lelah. Padahal bisa dibilang mereka termasuk golongan bawah, tapi lihatlah semangat mereka bisa melebihi golongan atas. Ah, betapa perkasanya mereka menantang kehidupan ini. Kadang aku jadi iri melihat mereka. Aku yang kadang menjadi tak bersemangat menghadapi kehidupan ini padahal mungkin aku lebih baik dari mereka. Oh ya, jadi keinget bapakku nich,he13x… Menurutku bapakku pun seorang “Pria Perkasa” yang sering dilupakan –kadang aku juga lupa–. Bapakku hanya seorang sopir yang hari-harinya lebih banyak dihabiskan di jalanan. Apalagi ibuku dah ga’ ada, jadi bapakku harus bekerja lebih keras lagi
Pernah aku ikut bapakku nyopir beberapa kali. Aku perhatikan bapakku ketika menyetir… wuih terasa beratnya sampai ke hatiku. Bapakku yang bertubuh kecil kadang harus mengendalikan truk yang gedenya sampai 15 meter. Membuka mata setiap malam untuk menelusuri jalanan. Menginjak gas…rem…memindahkan porsneling di gelapnya malam. Sungguh, terasa perjuangannya sampai ke hatiku. Demi aku dan saudara-saudaraku bapakku rela tiap hari menghabiskan waktu di jalanan. Walupun kadang hasil yang diperoloeh masih kurang. Dalam hati aku ingin sekali membahagiakannya, karena hanya dia sekarang orang tua yang kumiliki. Pak, kalau bapak baca tulisanku ini aku pinging bilang “Selamat Pak, Bapak termasuk salah satu dari pria-pria perkasa di dunia ini.”
Posted by agoezi 




